Senin, 29 Juli 2019


_My Mind_

Aku tidak mengerti kenapa aku merasa akhir akhir ini semakin menjauh, sedikit demi sedikit perubahan itu muncul dan kadang membuatku bingung. Aku sendiri merasa apa ada yang salah dari diriku sehingga membuat menjadi se-menyedihkan ini? Apa aku pernah menyinggung mu? Atau membuat dirimu merasa tidak nyaman? Maafkan kan aku, sungguh aku tidak berniat dalam hal itu. Bahkan aku selalu mencoba untuk menjaga perasaan mu. Mencoba terus ada untuk mu. Aku sedih saat membandingkal hal yang dulu dengan sekarang, entah mengapa aku perasa sangat pesat sekali perbedaan nya. Ya aku tau ini sangat menggilai, aku salah karena selalu menyalah artikan perbuatan mu, aku salah selalu merasa di istimewakan. Ya aku sangat salah dengan berpikir demikian.
Jujur, aku sangat rindu. Rinduku dengan dirimu yang dulu. Aku rindu dengan kamu yang belum terikat oleh apapun. Aku rindu dengankamu yang selalu menjadi kamu. Aku rindu dengan kamu yang belum menjadi siapa siapa dan ini sangat kurindukan bahkan sampai kadang air mataku tidak bisa terbendung lagi. Kadang aku merasa tersakiti oleh tingkah mu yang seakan tidak membutuhkan ku lagi, aku sangat tersakiti. Saat ini aku merasa senyum mu tidak seperti senyum yang dulu, tawamu,canda mu. Ya walaupun aku mengerti, semua orang pasti mengalami perubahan, entah fisik, mental dan bahkan kepribadian pun. Aku sedih untuk merasakan nya.
Fikiran ku yang terlalu bekecamuk sehingga membuatku tidak bisa tenang, aku merasa hati ini sangat terasa sakit. Memang mungkin sadarmu tak mengabaikan ku, tapi secara tidak langsung prilaku mu tersirat demikian. Aku sedih, sangat sedih. Dimana aku membutuhkan mu tapi dirimu tidak menginginkan ku. Aku hanya bisa beragrment dengan diriku sendiri, apa aku melakukan kesalahan? Apakah ini karma karena aku pernah menyakiti seseorang? Apakah aku jahat? Tolong beritah aku sangat tidak mengerti dalam situasi ini.
Aku membencinya. Aku membenci saat kamu mengabaikan ku, aku membenci kamu melupakan ku, aku membenci siapa kamu sekarang. Bodohnya aku setiap mengatakan aku membenci hal itu semakin aku tidak bisa meninggalkan mu begitu saja. Ini menyakitkan. Aku tidak mengerti.
Aku sangat tau siapa aku, siapa kamu. Dengan kamu menjadi seperti ini membuat aku tersadar akan imajinasiku yang terlalu tinggi, sehingga membuatku untuk tetap disini dan tidak bisa menyamakan langkah mu yang berbeda. Kini aku tidak bisa lagi menjadi paying untuk meneduhkan mu, tisu yang mengelap air matamu. Namun aku tetap akan menjadi rumah untuk pulang mu.
Aku menunggu saat itu, saat kamu menjadi yang dulu. Aku merindukan nya.  

Minggu, 29 Juni 2014

Rentak Besale yang di tampilkan oleh budak Nyogan


Siswa SD 78/ IX Nyogan menampilkan ritual pengobatan tradisional yaitu 'besale'.  Meskipun hanya sebagai hiburan, besale juga banyak undang untuk mengisi acara. Masyarakat Nyogan sendiri mempercayai bahwa upacara Rentak Besale tersebut mampu untuk mengobati orang-orang yang terkena penyakit.
ini foto Budak Besale di Tempino, dalam rangka O2SN dan FL2N tingkat Kecamatan
dalam tampilan ini menceritakan tentang pengobatan yang dilakukan oleh sidi (dukun) kepado seorang budak yang tekeno penyakit setan tanah bermulo kan masang bubuh perangkap ikan di danau Marsoli. Nah, Sidi ko lah yang ngobati budak tu dan di iringi oleh gendarang redap.
"Puntung asap Puntung berapi, dak gancang sehat gancang mati," mantro terakhir sidi setelah mengobati budak yang sakit.

Ini pemakaian busana Budak besale di sengeti, masih dalam rangka O2SN dan FL2SN tingkat Kabupaten. dalam tampilan ini terbagi menjadi 3 tema pertema masih berhubungan dengan budak yang tekeno setan tanah, tema yang ke duo menceritakan tentang seorang anak SD yang sudah 12 tahun dak naik kelas sebut saja namanya Adini. Sidi terkejut ketika menerawang Andini yang ternyata terkeno penyakit Buntang, buntang anyut, buntang kaleng, buntang benyawe yang biaso di kenal dengan kata "Bebal" atau susah nyambung dalam pelajaran. Sidi memberi saran pada andin agara supaya begiat untuk belajar. tema yang ketigo menceritakan tentang seorang bapak-bapak yang ingin mencalonkan diri sebagai Gubenur. sang Sidi pun menerawang bapak tsb dan dikirenyo bapak biso jadi Gubenur asalkan jangan lupo NPWP nyo. "Maksud sidi Nomor Peserta Wajib Pajak," uji bapak tu bingung. ternyata yang di maksud NPWP dengan Sidi tu 'Nomor Pire Wang nye Pire' (Nomor berapo duet nyo berapo). Bapak tu meng iyokan kato sidi.



udah cukup segitu be awak mempulish tentang anak besale, nanti kapan kapan awak bakal nambah lagi.